Nekara Pejeng Bali

Nekara ini sering disebut sebagai “moko raksasa” tetapi masyarakat Bali menyebutnya sebagai “Bulan Pejeng” dan masih disimpan di Pura penataran yang paling terkenal di kabupaten Gianyar yaitu Pura Penataran Sasih di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Nekara ini sangat dikeramatkan oleh masyarakat Bali. Nekara ini pertama kali diketahui oleh orang Belanda (Rumphius) pada tahun 1704 M. Karena Nekara Pejeng dianggap sangat keramat, maka orang asing tidak diizinkan melihatnya. Yang mendapat izin pada waktu itu hanya seorang pelukis bernama W.C.J. Nieuwenkamp.

Nekara Pejeng Bali

Nekara Pejeng Bali
Nekara perunggu dari Pejeng dilihat dari samping. Gambar ini dibuat pada tahun 1906 oleh W.O.J. Nieuwenkamp. Di bagian pinggang Nekara ada hiasan topeng.

 

Ukuran Nekara Pejeng Pejeng, Bali ini sungguh luar biasa, tingginya 186,5 cm dan garis tengah bidang pukulnya 160 cm.

Di bidang pukul terdapat hiasan delapan sinar serta garis-garis lekuk dan lingkaran. Ada delapan lukisan topeng aneh karena telinganya terulur panjang. Pada telinga ini terdapat perhiasan berbentuk mata uang. Lukisan topeng itu terdapat pada bagian bahu dari nekara.

Bagian tengah (pinggang) nekara terbagi dalam dua bidang. Satu bidang persegi yang tidak dihias dibatasi oleh bidang vertikal berisi pola tumpal bertolak belakang dan pola huruf F. Bidang lainnya berisi pola tumpal dalam susunan pita-pita horisontal diselingi oleh pita berisi pola huruf F.

Bagian kaki nekara berbentuk genta yang tidak berhias , hanya bagian paling bawah ada hiasan pita-pita pola tumpal diselingi pita pola huruf F.

Walter Spies pernah menemukan bagian dari cetakan baru di Manuaba, Bali, yang digunakan untuk pembuatan nekara tipe Pejeng di tempat itu, meskipun dalam ukuran lebih kecil.

Dari temuan cetakan batu ini dapat disimpulkan bahwa nekara Pejeng bukan didatangkan dari wilayah Asia melainkan dibuat di Bali. Sejak kapan orang Bali khususnya dan orang Indonesia pada umumnya dapat membuat nekara, belum diketahui secara pasti.

 

Artefak – Nekara Pejeng Bali

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: